Diplomasi Gaza: Trump Gandeng Norwegia hingga Maroko dalam Inisiatif "Dewan Perdamaian"

Diplomasi Gaza: Trump Gandeng Norwegia hingga Maroko dalam Inisiatif "Dewan Perdamaian"


MOSKOW, 20 Januari 2026 – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mulai membangun koalisi internasional untuk mengelola stabilitas di Jalur Gaza. Sejumlah negara, termasuk Norwegia, Belanda, Slovenia, dan Maroko, telah menerima undangan untuk bergabung dalam badan yang dinamakan "Dewan Perdamaian".

Komitmen Global dan Respons Pemimpin Dunia

Langkah diplomatis ini mendapatkan berbagai respons positif dari negara-negara yang diajak berkolaborasi. Berdasarkan laporan terkini, berikut adalah status keterlibatan beberapa negara tersebut:

  • Maroko: Dukungan kuat datang dari Afrika Utara. Raja Mohammed VI telah memberikan lampu hijau bagi Kerajaan Maroko untuk berpartisipasi aktif dalam dewan tersebut.

  • Slovenia: Perdana Menteri Robert Golob secara resmi diundang oleh Trump untuk mengambil peran strategis sebagai salah satu anggota pendiri guna mempercepat terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah.

  • Norwegia & Belanda: Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima surat resmi melalui kedutaan di Washington. Saat ini, baik pemerintah Norwegia maupun Belanda tengah melakukan kajian mendalam mengenai seberapa besar kontribusi yang bisa mereka berikan dalam inisiatif ini.

Arsitektur Perdamaian Gaza Versi AS

Inisiatif pembentukan dewan ini merupakan tindak lanjut dari resolusi Dewan Keamanan PBB yang disetujui pada November lalu. Meski Rusia dan China memilih untuk abstain, dukungan mayoritas (13 dari 15 anggota) memberikan dasar hukum bagi rencana komprehensif yang diusulkan AS.

Rencana strategis tersebut mencakup beberapa pilar utama:

  1. Kepemimpinan Internasional: Pembentukan Dewan Perdamaian yang berada di bawah pengawasan langsung Donald Trump.

  2. Transisi Kekuasaan: Pembentukan pemerintahan internasional sementara (interim) untuk mengelola wilayah Gaza pasca-konflik.

  3. Keamanan Terpadu: Pengerahan satuan tugas atau pasukan stabilisasi lintas negara untuk memastikan keamanan di lapangan.

Landasan Diplomasi Pasca-Gencatan Senjata

Pergerakan politik ini dimungkinkan setelah serangkaian kesepakatan penting yang dimulai pada Oktober lalu. Dimulai dengan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada 10 Oktober, disusul dengan penandatanganan deklarasi damai oleh empat pemimpin kunci dunia: Donald Trump (AS), Abdel Fattah Sisi (Mesir), Tamim bin Hamad Al Thani (Qatar), dan Recep Tayyip Erdogan (Turki).

Kehadiran negara-negara seperti Norwegia dan Belanda diharapkan mampu memberikan perspektif kemanusiaan yang kuat, sementara Maroko menjadi representasi penting dari dunia Arab dalam upaya normalisasi dan rekonstruksi Gaza di masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Insiden Patwal Senggol Mobil Warga di Tol Tomang Berakhir Damai secara Kekeluargaan

Konfrontasi di Persidangan: Ammar Zoni Sangkal Sebutan 'Gudang' Sabu dalam BAP

Antara Canda dan Trauma: Kisah "Emak-emak" Lumajang yang Minta Gunung Semeru Dipindahkan