Tensi Mereda: Donald Trump Sampaikan Terima Kasih kepada Iran Atas Pembatalan Eksekusi Massal

Tensi Mereda: Donald Trump Sampaikan Terima Kasih kepada Iran Atas Pembatalan Eksekusi Massal

Washington D.C., 17 Januari 2026 – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka memberikan apresiasi kepada pemerintah Iran setelah Teheran dilaporkan membatalkan rencana eksekusi mati terhadap ratusan demonstran. Langkah ini dipandang sebagai momen krusial dalam dinamika hubungan kedua negara di tengah gelombang protes yang melanda Iran.

Melalui platform media sosial Truth Social pada Jumat (16/1/2026), Trump mengungkapkan rasa syukurnya atas keputusan otoritas Iran untuk tidak melanjutkan hukuman gantung yang semula dijadwalkan berlangsung sehari sebelumnya.

“Saya sangat menghargai keputusan kepemimpinan Iran yang membatalkan seluruh agenda eksekusi gantung kemarin. Terima kasih!” tulis Trump dalam unggahannya

Keputusan Berdasarkan Fakta Lapangan 

Saat bersiap meninggalkan Gedung Putih menuju Florida, Trump menegaskan kepada awak media bahwa keputusannya untuk menahan diri dari opsi militer bukan karena intervensi negara-negara sekutu di Teluk maupun Israel. Ia menyatakan bahwa perubahan sikap Iran tersebutlah yang menjadi pertimbangan utamanya.

  • Kemandirian Sikap: "Tidak ada yang mendikte saya; saya mengambil keputusan sendiri," tegas Trump.

  • Dampak Nyata: Ia menambahkan bahwa fakta bahwa Iran tidak melanjutkan eksekusi memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan luar negeri AS saat ini.

Latar Belakang: 800 Nyawa di Ujung Tanduk

Gedung Putih sebelumnya merilis informasi bahwa ada sekitar 800 narapidana politik yang jadwal eksekusinya telah "ditangguhkan" oleh otoritas Teheran. Penangguhan ini terjadi di tengah gejolak demonstrasi besar yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait posisi Washington dalam konflik ini:

  1. Dukungan Terbuka: Trump secara konsisten menyuarakan dukungan bagi para demonstran dan meminta mereka untuk terus memperjuangkan perubahan.

  2. Peringatan Keras: Sebelumnya, AS mengancam akan mengambil tindakan yang "sangat tegas" jika eksekusi massal tetap dilaksanakan.

  3. Klaim Korban: Trump menuding tindakan represif aparat Iran telah menelan ribuan nyawa, meski angka pastinya masih simpang siur.

Respon Teheran dan Situasi Terkini

Di sisi lain, pemerintah Iran tetap pada pendiriannya dengan menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik kerusuhan tersebut. Teheran melabeli aksi protes tersebut sebagai bentuk "terorisme" yang disokong oleh kekuatan asing.

Gelombang protes di Iran sendiri mulai pecah pada 28 Desember lalu dan dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan di berbagai kota. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum mengeluarkan data resmi mengenai jumlah total warga yang ditangkap maupun korban jiwa dalam bentrokan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Canda dan Trauma: Kisah "Emak-emak" Lumajang yang Minta Gunung Semeru Dipindahkan

Konfrontasi di Persidangan: Ammar Zoni Sangkal Sebutan 'Gudang' Sabu dalam BAP

Update Banjir Jakarta 2026: Genangan Meluas di 63 RT, Akses Jalan Terhambat hingga Kedalaman 1 Meter