Transformasi Gerakan Rakyat Menjadi Parpol: Usung Misi Keadilan dan Dukungan untuk Anies Baswedan

Transformasi Gerakan Rakyat Menjadi Parpol: Usung Misi Keadilan dan Dukungan untuk Anies Baswedan


Jakarta, 19 Januari 2026 – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat resmi menapaki babak baru di panggung politik nasional. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar di Jakarta, perkumpulan ini mendeklarasikan transformasinya menjadi Partai Gerakan Rakyat. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menyediakan kendaraan politik alternatif bagi aspirasi masyarakat akar rumput.

Anies Baswedan sebagai Sosok Sentral

Dalam pidato perdananya, Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, secara eksplisit menyatakan arah dukungan politik partai baru ini. Ia menegaskan bahwa salah satu tujuan utama pendirian partai adalah untuk mengawal Anies Rasyid Baswedan menuju kursi kepemimpinan nasional di masa depan.

"Visi kami adalah mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan makmur. Selain itu, kami memiliki harapan besar agar kepemimpinan bangsa ke depan berada di tangan Bapak Anies Rasyid Baswedan," tegas Sahrin di Hotel Aryaduta, Minggu (18/1/2026).

Sahrin menambahkan bahwa partai ini lahir dari kerinduan rakyat terhadap kekuatan politik yang berangkat dari orang-orang biasa, yang benar-benar memprioritaskan kepentingan publik di atas segalanya

Perjalanan Menuju Partai Politik

Keputusan untuk berubah wujud menjadi partai politik bukanlah langkah instan. Proses ini merupakan puncak dari konsolidasi panjang yang telah dimulai sejak beberapa tahun terakhir:
  • 2023–2024: Masa awal pergerakan dan konsolidasi gagasan.
  • 2025: Resmi dideklarasikan sebagai Organisasi Kemasyarakatan.
  • Awal 2026: Melalui mufakat dalam Rakernas I, organisasi ini sepakat membentuk Partai Gerakan Rakyat.
Keputusan tersebut disahkan dalam sidang pleno kedua yang dipimpin oleh Muhammad Ridwan. Seluruh peserta Rakernas secara aklamasi menyetujui pendirian partai ini sebagai instrumen perjuangan politik yang lebih sistematis.

Struktur dan Kepemimpinan Baru

Rakernas I tersebut juga menetapkan susunan kepemimpinan awal untuk menggerakkan roda organisasi partai di seluruh pelosok negeri:

  1. Ketua Umum: Sahrin Hamid terpilih untuk masa jabatan 2026–2031.

  2. Mandat Organisasi: Sahrin diberi wewenang penuh untuk segera menyusun struktur kepengurusan partai di tingkat provinsi hingga daerah di seluruh Indonesia.

  3. Filosofi Perjuangan: Partai ini diposisikan sebagai "alat perjuangan alternatif" bagi masyarakat yang selama ini merasa suaranya belum terwakili secara optimal oleh kekuatan politik yang sudah ada.

Penetapan Anies Baswedan sebagai anggota kehormatan pertama sebelumnya juga menjadi sinyal kuat mengenai kedekatan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dengan basis massa partai baru ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konfrontasi di Persidangan: Ammar Zoni Sangkal Sebutan 'Gudang' Sabu dalam BAP

Antara Canda dan Trauma: Kisah "Emak-emak" Lumajang yang Minta Gunung Semeru Dipindahkan

Update Banjir Jakarta 2026: Genangan Meluas di 63 RT, Akses Jalan Terhambat hingga Kedalaman 1 Meter