Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan: BMKG Deteksi Kombinasi Fenomena Atmosfer di Indonesia

Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan: BMKG Deteksi Kombinasi Fenomena Atmosfer di Indonesia

Jakarta, 17 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan menyelimuti wilayah Indonesia pada periode 17 hingga 22 Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk bersiaga terhadap risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor, akibat guyuran hujan lebat yang disertai angin kencang.

Faktor Pemicu: Mengapa Cuaca Menjadi Ekstrem?

Menurut analisis BMKG, terdapat sinergi antara dinamika atmosfer skala global dan lokal yang memicu kondisi ini:

  1. Fenomena La Niña Lemah: Indeks ENSO menunjukkan penguatan pada fase negatif. Hal ini meningkatkan akumulasi uap air di langit Indonesia, yang menjadi bahan baku pembentukan awan hujan.

  2. Gelombang Atmosfer Aktif: Kombinasi antara Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator terpantau aktif di berbagai wilayah, mulai dari Samudra Hindia hingga Papua.

  3. Gangguan Siklonik: Munculnya Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina serta Bibit Siklon 96S di sekitar Sumatra memicu daerah konvergensi (pertemuan angin) yang memanjang dari Sumatra hingga Papua.

  4. Seruakan Dingin Asia: Adanya aliran udara dingin (cold surge) dari Benua Asia yang melewati Selat Karimata diprediksi akan memperkuat intensitas hujan di Pulau Jawa dan Sumatra bagian selatan.

Peta Kerawanan Cuaca (17 - 22 Januari 2026)

BMKG membagi peringatan ini ke dalam dua periode waktu utama:

1. Periode 17 - 18 Januari 2026

KategoriWilayah Potensi Terdampak
Status SIAGA (Hujan Sangat Lebat)Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bengkulu, Sumatra Selatan, NTB, dan Maluku.
Hujan SedangSumatra Barat, Riau, Jambi, Lampung, NTT, Kalimantan (Timur/Utara), Sulawesi, dan seluruh wilayah Papua.
Angin KencangHampir seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Papua Selatan.

2. Periode 19 - 22 Januari 2026

Memasuki pertengahan pekan, konsentrasi cuaca ekstrem diprediksi sedikit bergeser:
  • Wilayah Siaga Utama: Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, dan Sulawesi Selatan.

  • Wilayah Hujan Sedang-Lebat: Meliputi Sumatra Selatan, Lampung, Jabodetabek, Jawa Tengah, Bali, NTB, hingga Maluku dan Papua.

  • Risiko Angin Kencang: Masih mengancam sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan dan timur.

Imbauan Keselamatan

Selain hujan di daratan, BMKG juga memberikan peringatan khusus mengenai potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan nasional pada tanggal 17–20 Januari. Warga yang tinggal di daerah lereng perbukitan dan bantaran sungai diharapkan tetap waspada terhadap tanda-tanda alam yang mencurigakan.
Catatan Penting: Pastikan saluran drainase di sekitar lingkungan Anda tidak tersumbat untuk meminimalisir risiko genangan air.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Canda dan Trauma: Kisah "Emak-emak" Lumajang yang Minta Gunung Semeru Dipindahkan

Konfrontasi di Persidangan: Ammar Zoni Sangkal Sebutan 'Gudang' Sabu dalam BAP

Update Banjir Jakarta 2026: Genangan Meluas di 63 RT, Akses Jalan Terhambat hingga Kedalaman 1 Meter